Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Pemerintah Pusat Ketatkan Efisiensi, Badung Berusaha “Berdiri di Atas Kaki Sendiri”

Bupati badung Nyoman Giri Prasta (foto/ist)

Badung, PorosBali.com- Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Kamis (13/2/2025) menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Badung. Rapat paripurna tersebut mengagendakan jawaban Bupati terhadap pandangan umum fraksi-fraksi yang ada di DPRD Badung.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti dan dihadiri Wakil Ketua Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadhi Putra, Made Wijaya, Made Sunarta serta mayoritas anggota DPRD Badung lainnya. Hadir juga perwakilan Forkopimda, Sekda Ida Bagus Surya Suamba, Plt. Sekwan Nyoman Sujendra serta ratusan undangan lainnya.

Pada kesempatan itu, Bupati berterima kasih kepada DPRD Badung karena sudah memberikan pertimbangan konstruktif terkait Perda RTRW Badung. Prinsipnya, Bupati menyetujui dan sudah memberikan tanggapan sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan dan nanti tim teknis akan bertemu dengan DPRD untuk menyelaraskannya. Ini demi kepentingan masyarakat Badung.

Baca Juga: Alih Fungsi Lahan Marak di Badung, Fraksi Partai Gerindra Haruskan Perda RTRW Jadi Panglima

Terkait dengan efisiensi yang dilakukan pemerintah pusat, Bupati Giri Prasta menyatakan pasti berpengaruh tetapi tidak signifikan. “Yang efisiensi itu terutama bantuan-bantuan pemerintah pusat yang diberikan kepada provinsi, kabupaten dan kota,” tegasnya.

Pihaknya di Badung tetap berusaha melaksanakan intensifikasi dan ekstensifikasi pajak sehingga kebutuhan dasar masyarakat Badung astungkara bisa terpenuhi oleh pemerintah dan regulasinya ada. “Kami akan berusaha menjadi kabupaten yang mandiri,” katanya.

Soal gaji pegawai, kata Bupati, berdasarkan regulasi dana alokasi umum (DAU) diberikan sepenuhnya pemerintah pusat untuk ASN. Tetapi Kabupaten Badung, sangat menyadari karena celah fiskal negatif, Badung mampu, makanya memperoleh DAU sedikit. Dia mencontohkan, DAU untuk Buleleng bisa di atas Rp 1 triliun dan di luar kebutuhan ASN itu bisa dilakukan untuk kegiatan demi kesejahteraan masyarakat. Negara sudah hadir dalam urusan ini.

Wakil Gubernur Bali terpilih tersebut memastikan, Badung akan tetap berusaha semaksimal mungkin bagaimana mengembangkan Badung ini sehingga bisa mandiri dan berdiri di atas kakinya sendiri. Sebelum menjabat sebagai Bupati, PAD Badung hanya Rp 2,4 triliun. “Ketika saya menjabat menjadi bupati, peningkatannya signifikan sampai ke angka Rp 7 triliun. Ini tentu sebuah keberhasilan dan saya memastikan bupati terpilih bisa mempertahankan bahkan meningkatkannya,” ujarnya. (pbm2)


TAGS :

Komentar