Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Sikapi Helikopter Jatuh, Ponda Wirawan Minta Jangan Saling Menyalahkan

Ketua Komisi I DPRD Badung Made Ponda Wirawan. (foto/Ist)

Badung, PorosBali.com- Musibah jatuhnya pesawat helikopter wisata yang diduga disebabkan terlilit tali layangan di Pantai Suluban Pecatu, Kuta Selatan beberapa waktu lalu mengharuskan semua pihak untuk waspada dan mengikuti rambu-rambu atau ketentuan yang sudah ada. “Ini untuk menghindari musibah tersebut terulang kembali pada masa-masa mendatang,” ujar Ketua Komisi I DPRD Badung Made Ponda Wirawan.

Saat dihubungi Jumat (26/7/2024), politisi PDI Perjuangan Dapil Abiansemal tersebut menegaskan, permainan layang-layang khususnya di Bali sudah merupakan budaya melalui budaya Rare Angon. “Saat ini malah sudah banyak yang membuat festival layang-layang. Selain budaya, layang-layang sudah merupakan tradisi dan hiburan,” tegasnya.

Meski demikian, dia sepakat agar pemain layang-layang wajib mengikuti ketentuan yang telah ada sesuai Perda 9 Tahun 2000. Walau sudah menjadi budaya, dia juga minta pemain layang-layang tidak menabrak zone-zone larangan untuk menaikkan layangan. Dia menunjuk di seputar bandara. “Ini tentu saja merupakan zone larangan bagi layang-layang. Jika ini dilanggar, ada kemungkinan akan mengganggu penerbangan atau bahkan menyebabkan pesawat mengalami musibah,” ungkapnya lagi.

Selain mengganggu penerbangan, Ponda Wirawan juga menyatakan, layang-layang berpeluang mengganggu jaringan listrik PLN dalam mensuplai listrik ke masyarakat. “Jika misalnya layangan diinapkan, kemudian jatuh dan menimpa gardu PLN, tentu saja akan berpengaruh kepada pasokan listrik ke masyarakat. Ada kemungkinan terjadi pemadaman listrik,” tegasnya.

Selain pemain layang-layang wajib mengikuti aturan, ujar Ponda Wirawan, helikopter wisata pun harus memiliki rambu-rambu atau regulasi yang harus ditaati. Dia menunjuk ketinggi terbang. “Jika helikopter terbang rendah misalnya, ada kemungkinan dia akan menabrak layang-layang yang dinaikkan dari zone yang dibolehkan. Ketentuan ketinggian terbang juga harus diatur,” ujarnya.

Selanjutnya, dia pun meminta helikopter wisata memiliki jalur-jalur yang sudah ditentukan. “Kemana jalur yang dibolehkan, ini tentu harus ada ketentuannya juga,” ujarnya.

Dia berharap keduanya tetap bisa berjalan baik layangan maupun helikopter wisata. Dia menyadari, helikopter wisata merupakan wisata minat khusus yang menjadi alternatif bagi wisatawan yang sudah datang berulang-ulang. “Dengan adanya alternatif ini, wisatawan tetap akan berminat berkunjung ke Bali khususnya ke Badung. Intinya jangan saling menyalahkan” tutup Ponda. (pbm7)


TAGS :

Komentar