Wow! Penjualan Excavator Sany Terus Meningkat, Model SY75C Paling Laris
- 03 November 2021
- Ekonomi & Bisnis
- Badung

Badung, PorosBali.com- Dalam dua tahun berturut-turut, Mesin Sany seperti Excavator, Wheel Loader dan Drilling Rig menempati posisi teratas dalam penjualan excavator di Indonesia berdasarkan ERG Report.
“Fokus Sany memelihara kepercayaan customer terhadap mesin-mesin yang dibeli karena barang yang dibeli adalah investasi," ujar Chief Marketing Officer PT Sany Perkasa, Hery Yudianto kepada awak media, disela acara temu customer, Selasa (2/11/2021) di Kuta, Badung. Oleh karena itu pihaknya memberikan layanan purna jual yang cepat dan bisa memenuhi ekspektasi customer.
Ia pun mengatakan komitmen ini menjadi Sany bisa diterima dengan baik oleh pasar di Indonesia dalam waktu singkat.
"Seperti dilakukan di seluruh Indonesia baik Sumatra dan wilayah timur Indonesia, Sany berkomitmen memperluas jaringan baik penjualan maupun purna jualnya," katanya.
Acara silahturahmi PT Sany Perkasa dengan para customer dan operator Excavator, di Holiday Inn Resort Baruna, tersebut menurut Hery, Excavator Sany hadir di pasar Indonesia dengan type/model antara lain SY55C, SY75C, SY135C, SY135F, SY215C, SY215C-ACE, SY365H, SY500H, SY750H dan SY980H.
“Mesin-mesin Sany sangat berkorelasi dengan kondisi di daerah misalnya Bali yang fokus ke sektor konstruksi," ujarnya seraya menambahkan Bali akan banyak membutuhkan mesin 7,5 sampai 20 ton untuk sektor konstruksi. Sementara didaerah lain seperti Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera, mesin yang dibutuhkan juga berbeda. Jadi keberagaman produk ditambah kecepatan layanan baik penjualan dan purna jual ini salah satu yang membuat Sany menjadi pemain yang penting di pasar Indonesia.
Hery mengatakan kondisi daerah Bali yang lebih banyak pada konstruksi lebih cocok pada jenis Excavator Sany SY75C untuk mendukung pembangunan proyek-proyek strategis di Bali maupun di Nusa Tenggara. Excavator SANY hadir dengan mengedepankan model SY75C dan SY215C.
Populasi SY75C berjumlah 60 unit tersebar di seluruh area Bali hingga Nusa Tenggara. Unit model ini mendominasi pangsa pasar sebesar hampir 40% terhadap penjualan seluruh pabrikan yang ada di Indonesia.
“Tantangan Sany bagaimana meyakinkan para calon pelanggan yang sudah nyaman dengan produk-produk sebelumnya, tetapi dengan komitmen-komitmen Sany memberikan layanan cepat sehingga ketika pelanggan ingin berinvestasi ke kita maka Sany akan mengawalnya dalam bentuk komitmen-komitmen yang kita tuangkan secara tertulis sehingga customer akan nyaman bertransaksi dan memiliki mesin Sany,” tandasnya.
Keunggulan Excavator Sany SY75C yang mengusung efisiensi tinggi, konsumsi bahan bakar rendah, dan biaya perawatan rendah, menjadi faktor utama penjualan terbaik SY75C dan menjadikan unit model ini sebagai unit terbaik di kelasnya.
“Kita bekerjasama dengan pelanggan tidak hanya antara penjual dengan pembeli. Tetapi, kami juga bekerjasama dengan mekanik dan operator. Bahkan Sany kedepan akan menampung operator-operator membentu klub Operator Sany di seluruh Indonesia,” jelas Hery.
"Kami ingin berada lebih dekat dengan pembeli kami dan pelanggan, tidak ada jarak diantara kita karena kami harus mengawal investasi mereka di mesin Sany,” pungkasnya.
PT. Sany Perkasa adalah grup perusahaan dari Sany Heavy Machinery yang berfokus pada penjualan dan distribusi Excavator, Wheel Loader dan Drilling Rig untuk pasar di Indonesia.
PT Sany Perkasa berkantor pusat di Jakarta dan memiliki kantor cabang serta perwakilan yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk kantor cabang di Bali, PT Sany Perkasa berlokasi di Jl. By Pass Dharma Giri No.88 Gianyar.
Untuk Bali di tahun 2021 PT Sany Perkasa menargetkan awal penjualan 50 unit mesin. Target tersebut dipastikan akan tercapai khususnya pada penjualan mesin 7,5 dan 20 ton.
“Kami optimis tercapai karena penyebaran covid mulai menurun. Proyek-proyek konstruksi pasti akan jalan, belum lagi di Bali nanti akan ada proyek-proyek konstruksi berskala nasional seperti pembangunan jalan tol. Bali menjadi pasar menjanjikan bagi Sany,” tutup Hery. (Pbm6)
Komentar