104 Kabupaten dan Kota Masuk Daftar Zona Hijau Wabah Covid-19
- 08 Juli 2020
- Info & Peristiwa
- Nasional

Jakarta, Porosbali.com- Gugus Tugas Nasional melakukan pemutakhiran data zonasi risiko daerah, Selasa (7/7/2020). Kali ini terdapat 104 kabupaten dan kota yang terdaftar dalam zona hijau atau wilayah tanpa kasus COVID-19.
Data yang dihimpun hingga 5 Juli 2020, terdapat 104 wilayah administrasi di tingkat kabupaten dan kota berada pada zona hijau. Pengertian wilayah dengan zona hijau yaitu daerah yang pernah ditemukan kasus positif COVD-19 kemudian berhasil menekan laju penyebarannya dan daerah yang sama sekali tidak pernah ditemukan kasus positif.
Data yang dianalisis merupakan data terakhir di tanggal 5 Juli 2020. Empat puluh tiga kabupaten-kota yang sudah berhasil masuk ke dalam zona hijau setelah sebelumnya terdampak COVID-19 namun selama empat pekan terakhir sudah tidak ditemukan kasus positif Covid dan angka kesembuhan mencapai seratus persen.
Keempat puluh tiga wilayah administrasi di tingkat kabupaten dan kota tersebut, antara lain:
Provinsi Aceh – Aceh Barat Daya, Pidie, Simeleu, Gayo Lues dan Bener Meriah.
Provinsi Sumatera Utara – Labuhan Batu.
Provinsi Jambi – Bungo, Tanjung Jabung Timur, Tebo dan Merangin.
Provinsi Sumatera Barat – Kota Sawahlunto, Kota Pariaman, Kota Solok, Pasaman Barat, Lima Puluh Kota, dan Kota Payakumbuh.
Provinsi Bengkulu – Bengkulu Selatan, Kaur, Mukomuko dan Seluma.
Provinsi Lampung – Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Way Kanan dan Pesawaran.
Provinsi Riau – Kepeluauan Meranti dan Siak.
Provinsi Sumatera Selatan – Musi Rawsa Utara dan Ogan Komering Ulu Selatan.
Provinsi Kalimantan Tengah – Sukamara.
Provinsi Kalimantan Barat – Kapuas Hulu dan Kayong Selatan.
Provinsi Sulawesi Tenggara – Muna Barat.
Provinsi Sulawesi Tengah – Banggai Kepulauan.
Provinsi Sulawesi Barat – Mamuju Utara dan Majene.
Provinsi Nusa Tenggara Timur – Flores Timur, Rote Ndao dan Timor Tengah Selatan
Provinsi Nusa Tenggara Barat – Bima.
Provinsi Maluku – Buru Selatan.
Provinsi Maluku Utara – Pulau Taliabu.
Provinsi Papua Barat – Manokwari Selatan.
Provinsi Papua – Mamberami Tengah.
Selanjutnya terdapat enam puluh satu daerah yang hingga Minggu lalu (5/7) tidak terdampak COVID-19.
Enam puluh satu daerah itu terdiri dari,
*Provinsi Aceh* – Pidie Jaya, Kota Sabang, Kota Langsa, Aceh Singkil, Bireuen, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Timur dan Kota Subulussalam.
Provinsi Sumatera Utara – Pakpak Bharat, Nias Barat, Mandailing Natal, Padang Lawas, Nias, Nias Utara, Selatan, Humbang Hasundutan dan Nias Selatan.
Provinsi Riau – Rokan Hilir.
Provinsi Kepulauan Riau – Natuna, Lingga dan Kepulauan Anambas.
Provinsi Jambi – Kerinci.
Provinsi Bengkulu – Lebong.
Provinsi Lampung – Lampung Timur dan Mesuji.
Provinsi Kalimantan Timur – Mahakam Ulu.
Provinsi Sulawesi Tengah – Tojo Una-una.
Provinsi Sulawesi Utara – Bolaang Mongodow Timur dan Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.
Provinsi Sulawesi Tenggara – Konawe Kepulauan.
Provinsi Nusa Tenggara Timur – Sumba Tengah, Ngada, Sabu Raijua, Lembata, Malaka, Alor, Timor Tengah Utara, Manggarai Timur, Kupang, dan Belu.
Provinsi Maluku – Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara, dan Kepulauan Aru.
Provinsi Papua – Yahukimo, Mappi, Dogiyai, Paniai, Tolikara, Yalimo, Deiyai, Mamberamo Raya, Nduga, Pegunungan Bintang, Asmat, Puncak, dan Intan Jaya.
Provinsi Papua Barat – Maybrat, Pegunungan Arfak, Tambrauw, dan Sorong Selatan.
Sebagai informasi, detail mengenai data kabupaten dan kota dengan kategori risiko berbeda dapat dilihat pada laman covid19.go.id/peta-risiko.
Sumber ; Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional
Komentar