Gelontor 2.000 Paket Sembako PSBI Trisuci Waisak, Rai Wirajaya: 'BI Wujudkan Toleransi dalam NKRI'

Denpasar, PorosBali.com- Sinergitas antara Anggota Komisi XI DPR RI Daerah Pemilihan Provinsi Bali, I Gusti Agung Rai Wirajaya bersama Bank Indonesia dalam hal ini Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali kembali diwujudnyatakan dalam penyerahan 2.000 paket sembako Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) terkait Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Trisuci Waisak di Barong Dance Tanah Kilap, Sari Wisata Budaya, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Minggu (4/6/2023).
Penyerahan 2.000 paket sembako PSBI ini sebagai tindak lanjut dari direalisasikannya proposal permohonan bantuan peringatan hari keagamaan dalam rangka Hari Trisuci Waisak 2567 BE Tahun 2023 dari Yayasan Arya Raditya Wiraguna kepada Bank Indonesia melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI). Paket sembako diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui lembaga/kelompok masyarakat (Pokmas) di wilayah Kota Denpasar, Kabupaten Jembrana, Tabanan dan Gianyar.
Namun pada kesempatan ini secara simbolis diserahkan 1.000 paket dan sisanya akan diserahkan pada kesempatan lainnya serta dilaksanakan secara door to door.
I Gusti Agung Rai Wirajaya mengatakan banyak sekali yang sudah dilakukan oleh Bank Indonesia di Provinsi Bali. Sejak covid hingga saat ini. Menurutnya, kalau tidak ada Bank Indonesia, masyarakat akan kesusahan.
Bank Indonesia hadirnya di tengah- tengah masyarakat di seluruh Bali, dengan "mengguyur" sembako.
"Tentunya suatu kebanggan pada hari ini kita berkumpul pada Perayaan Trisuci Waisak. Semoga menjadi momen kedamaian dan kebahagiaan," ujar Agung Rai Wirajaya.
Penyerahan paket sembako kepada salah satu penerima. (Foto/ist)
Tak hanya itu, politisi senior Fraksi PDI Perjuangan ini juga menyebut penyerahan paket sembako PSBI merupakan upaya menjaga toleransi umat beragama.
"Inilah contoh yang diwujudkan oleh Bank Indonesia. Tanpa kerukunan umat beragama dan toleransi, kita tak dapat bersatu dalam bingkai NKRI. Jadi, Bank Indonesia hadir untuk mewujudkan toleransi antar umat beragama," ucapnya.
Di Bali, kata Wirajaya, toleransi sudah berjalan dengan baik. Terkait Pemilu 2024 ia berpesan jangan sampai memecah belah kita semua.
"Kita berharap kita bisa wujudkan toleransi. Sumpah Palapa, bukti upaya mempersatukan kita semua. Ini yang harus kita jaga bersama," sambung Rai Wirajaya.
Selain itu, Rai Wirajaya mengatakan penyerahan paket sembako juga upaya untuk menjaga inflasi tetap terjaga dengan baik. Pasalnya, kini perekonomian Bali sudah mulai menggeliat.
"Tentu kita apresiasi Bank Indonesia. Selain turut mewujudkan toleransi juga menjaga inflasi tetap terkendali," pungkasnya.
i Gusti Agung Rai Wirajaya (kanan) dan Beny Okta Tutuarima (kiri). (Foto/ist)
Asisten Direktur Bank Indonesia Provinsi Bali, Beny Okta Tutuarima mengatakan pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali sudah mulai menunjukan pemulihan. Pertumbuhan ekonomi Bali selama 2022 sebesar 4,8% yang jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun 2020 dan 2021 yang mengalami kontraksi. Bahkan pada awal tahun 2023 ini, pertumbuhan ekonomi Bali mencapai 6,04% (yoy) sehingga Bali berada pada peringkat ke-enam sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.
"Meskipun perekonomian terus tumbuh dan tingkat inflasi terkendali, namun kita masih mengalami beberapa tantangan," ujar Beny.
Ia juga membeberkan perekonomian yang kembali pulih tersebut dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Selanjutnya, supaya perekonomian yang meningkat tersebut tidak diikuti oleh kenaikan harga barang dan/atau jasa sehingga tetap menjaga daya beli masyarakat.
Menyikapi permasalahan sosial dan ekonomi tersebut, Bank Indonesia turut berperan aktif dalam mengatasi hal tersebut melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI). PSBI merupakan bentuk kepedulian atau empati sosial Bank Indonesia untuk berkontribusi dalam membantu memecahkan masalah sosial ekonomi yang dihadapi masyarakat. Dalam implementasi PSBI, Bank Indonesia mengusung semangat "Dedikasi Untuk Negeri" di seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia.
"Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi, berempati dan peduli dalam membantu mengatasi permasalahan sosial dan ekonomi di masyarakat yang dapat memberikan nilai bagi negeri dan institusi," terangnya.
Baca juga: Gubernur BI Perry Warjiyo Ungkap Empat Jurus Jadikan Bali Pulau Digital
Penyerahan PSBI sosial dalam rangka Hari Raya Waisak Tahun 2023, selain dalam rangka pemenuhan kebutuhan sehari-hari, PSBI ini kata Beny, merupakan salah satu upaya dalam menjaga daya beli masyarakat karena mengingat inflasi di Bali cenderung masih tinggi. "Dalam menjaga inflasi, kami juga turut mengupayakan beberapa kegiatan berupa operasi pasar, Gerakan Tanam (GERTAM) hortikultura untuk meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga, dan fasilitasi Kerjasama Antar Daerah," tandasnya.
Foto Bersama para penerima paket sembako PSBI. (Foto/ist)
Penyerahan secara simbolis 1.000 paket sembako ini meliputi 13 lembaga/kelompok masyarakat yaitu Yayasan Arya Raditya Wiraguna (120 paket), LPM Desa Pemogan Denpasar Selatan (50), Kader Jumantik Desa Pemogan Denpasar Selatan (50), Kelompok Budha Maitrea Kabupaten Jembrana (100), Kelompok Werdha Wiguna Dauhwaru-Jembrana (50), Kelompok Lansia Puspanjali-Jembrana (50), Marga Huang-Denpasar (100), Yayasan Gerbang Kebajikan Khoncu Bio-Denpasar (100), Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN)-Denpasar (100), Perkumpulan Khonghucu Indonesia (PERKHIN)-Denpasar (100), Pemuda Agama Khonghucu Indonesia (PAKIN)-Denpasar (50), Sekolah Minggu Agama Khonghucu-Denpasar (50), serta Pengempon Merajan Gede Djambe Lelanguan, Wangaya Kaja-Denpasar Utara (80).
Kegiatan ini selain dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat Desa Pemogan, juga dihadiri tokoh perempuan di Kota Denpasar, Anak Agung Istri Paramitha Dewi. (Pbm6)
Komentar