DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar gelar Kegiatan Lomba Serangkaian HUT Ke-49 PDI Perjuangan
- 07 Mei 2022
- Info & Peristiwa
- Denpasar

Denpasar, PorosBali.com- DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar menyelenggarakan Lomba Barista Kopi Bali, Mixology Arak Bali dan Kuliner Pendamping atas Beras dalam rangka HUT Ke-49 PDI Perjuangan yang bertema "Bangunlah Jiwa dan Badannya Untuk Indonesia Raya". Kegiatan ini sekaligus memantapkan implementasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali " bertempat di parkir Taman Kota Lumintang, Denpasar Utara, Sabtu (7/5/2022).
Kegiatan selain dihadiri jajaran DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar, juga Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya, Sekretaris DPD PDI Perjuangan yang juga Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, perwakilan DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali Dapil Kota Denpasar, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Denpasar, Organisasi Sayap PDI Perjuangan, PAC, Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan Se-Kota Denpasar.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede dalam sambutannya menyampaikan Indonesia sebagai negara besar, baik dari jumlah penduduknya, wilayahnya serta banyaknya suku bangsa, adat istiadat dan budaya yang dimilikinya, seyogyanya mampu menerapkan dan mengimplementasikan konsep serta Ajaran Tri Sakti Bung Karno yang mengajarkan kita
untuk berdaulat di bidang politik, berdikari dibidang ekonomi dan berkepribadian dalam budaya.
"Sebagai Bapak Bangsa, Bung karno memiliki pemikiran dan ide-ide jauh melebihi apa yang kita miliki. Beliau telah memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya," ujar I Gusti Ngurah Gede yang juga Ketua DPRD Kota Denpasar.
Untuk itu, kata politisi asal Puri Kesiman ini, Bung Karno menciptakan pengolahan bahan pangan berbasis potensi lokal/budaya alam Indonesia, khususnya potensi alam/budaya Bali berdasarkan resep Mustika Rasa Bung Karno".
"Bung Karno mengajarkan agar kita tidak ketergantungan dengan beras, tetapi mampu untuk mengolah dan memaksimalkan hasil dari potensi alam yang kita miliki. Dengan pertambahan penduduk yang sangat pesat, maka kita akan mengalami kekurangan bahan pokok makanan, kalau kita masih ketergantungan dengan beras," terangnya.
Untuk itu diharapkan kita mampu untuk mengolah umbi-umbian, seperti ubi kayu, ketela pohon, singkong, jagung dan lainnya menjadi makanan bercita rasa tinggi.
Resep Mustika Rasa Bung Karno juga mengajarkan kita untuk tidak mengolah makanan hanya dengan cara menggoreng, tetapi banyak cara pengolahan yang bisa kita lakukan seperti: mengukus, merebus, memanggang, membakar dan lainnya, sehingga kita tidak akan terpengaruh oleh kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng pada saat ini. Disamping mengolah makanan, Bali juga terkenal dengan cara pengolahan Kopi dan minuman tradisionalnya yaitu: Arak Bali.
Ngurah Gede berharap dengan tatacara dan tatakelola pengolahan yang baik dan benar, kopi dan arak Bali dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Ini mencerminkan bentuk keberpihakan PDI Perjuangan terhadap budaya-budaya serta perekonomian masyarakat lokal," imbuh Ketua DPRD Kota Denpasar ini.
Koordinator Umum kegiatan HUT Ke-49 PDI Perjuangan Kota Denpasar, Wayan Sutama menyampaikan ini bertujuan untuk melestarikan kearifan lokal serta memberikan motivasi moril kepada para anak-anak muda yang bergelut di dunia Kuliner, Bartender, dan Barista yang memang saat ini menjadi tren di kalangan anak muda.
"Harapan kami dengan perlombaan ini setidaknya bisa memberikan kontribusi yang bisa dirasakan secara langsung, yang akan berdampak positif khususnya anak muda yang menggeluti profesi tersebut," ucap Sutama serta berharap lomba ini dapat memberikan edukasi mengenai kearifan lokal yang kita miliki seperti bahan-bahan kuliner dari hasil petani lokal yang sudah barang tentu harus diangkat dan diolah agar menjadi suguhan yang istimewa nantinya.
"Kegiatan ini juga dalam rangka memotivasi dan menyemangati para UMKM akibat dampak Covid-19, dimana kita memberi ruang kepada para UMKM untuk berjualan dan kita subsidi masing-masing 1 juta rupiah," imbuh politisi asal Peguyangan ini.
Ditambahkannya, kegiatan ini mengimplementasikan 4 Pergub yaitu No. 79 tahun 2018, tentang Penggunaan Busana Adat Bali, Pergub No. 80 tahun 2018, tentang Penggunaan Aksara Bali, Pergub No. 97 tahun 2018, tentang Pembatasan Pengunaan Plastik Sekali Pakai serta Pergub No. 99 tahun 2018, tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Lokal.
"Selain itu juga sesuai dengan pengimplementasian Perwali Kota Denpasar yakni Perwali Nomor 36 Tahun 2018 Tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik," tambahnya.
Untuk lomba Barista Kopi Bali dan Mixologi Arak Bali diikuti masing- masing 12 peserta sementara Lomba Kuliner Pendamping Beras diikuti 14 peserta. Para pemenang berhak atas medali, piagam dan uang tunai, masing-masing 3,5 juta untuk juara satu, 2,5 juta untuk juara dua dan 1,5 juta untuk juara tiga. Para pemenang juara satu nantinya akan mewakili Kota Denpasar pada Grand final tingkat Provinsi yang digelar DPD PDI Perjuangan Bali, 21 Mei 2022 mendatang.
Sedangkan untuk peserta stan kuliner yang diikuti 20 peserta diberikan dana pembinaan masing-masing Rp 1 juta. Kegiatan juga diisi pementasan senam Sicita yaitu Senam Indonesia Cinta Tanah Air.
Sutama mengatakan sumber dana kegiatan ini merupakan gotong-royong kader PDI Perjuangan Kota Denpasar yang duduk di eksekutif dan legislatif.
Kegiatan ini menggandeng ICA (Indonesia Chef Association), IFBEC (Indonesia Food and Beverage Executive Association), ABI (Asosiasi Bartender Indonesia) dan IBA (Indonesia Barista Association). (Pbm2)
Komentar